
WARTA GLOBAL – UPDATE BENGKULU | LIVE NEWS • LIPUTAN INVESTIGASI
SELUMA, BENGKULU — Sorotan terhadap proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Desa Pagar Banyu, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, terus bergulir.
Sebelumnya, dokumentasi lapangan menunjukkan papan informasi proyek terpasang di lokasi. Dalam dokumentasi berikutnya yang diterima redaksi, papan tersebut disebut sudah tidak terlihat setelah persoalan pekerjaan diberitakan.
Kondisi fisik pekerjaan juga menjadi perhatian. Sejumlah dokumentasi memperlihatkan susunan batu, adukan semen, serta bagian saluran yang tampak perlu mendapatkan penjelasan teknis mengenai kesesuaian dengan spesifikasi pekerjaan.

KADIS PERTANIAN: “JANGAN SAMPAI DANA TIDAK TURUN LAGI”
Di tengah polemik tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial, SP, M.Si memberikan tanggapan ketika dihubungi redaksi melalui telepon WhatsApp.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada redaksi, Arian mengatakan:
“Jadilah, Ding, diberitakan. Jangan sampai dana tidak turun lagi karena pemberitaan bangunan yang banyak masalah itu. Aku kena marah sama Bupati nanti,” ungkap Arian Sosial sebagaimana disampaikan dalam percakapan tersebut.
Pernyataan itu kemudian menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Apakah pemberitaan mengenai persoalan pembangunan dapat berdampak terhadap pencairan atau keberlanjutan dana proyek?
Jika memang terdapat persoalan pada bangunan, bukankah pemberitaan dan pengawasan publik justru dapat menjadi bahan evaluasi agar pekerjaan diperbaiki sesuai ketentuan?
“PROYEK INI BUKAN AKU YANG TANDA TANGAN”
Arian Sosial juga menyampaikan penjelasan mengenai posisi Dinas Pertanian dalam proyek tersebut.
“Proyek ini sama sekali bukan aku yang tanda tangan, Ding. Itu langsung MOU di pusat,” tambah Arian Sosial, SP, M.Si.
Pernyataan tersebut tentu membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar publik memahami siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab atas penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, dan penandatanganan dokumen proyek tersebut.
Jika proyek berasal dari program atau kerja sama tingkat pusat, masyarakat tetap perlu mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan dan pengawasannya di daerah.
BENARKAH MEDIA DILARANG MEMBERITAKAN PROYEK DINAS PERTANIAN?
Persoalan lain yang mencuat adalah adanya klaim dari pihak media bahwa mereka dilarang memberitakan seluruh proyek Dinas Pertanian.
Jika informasi tersebut benar, pertanyaannya menjadi semakin serius:
- Ada apa sebenarnya di lingkungan Dinas Pertanian?
- Apakah pemberitaan media dianggap menghambat program pemerintah?
- Atau justru ada kekhawatiran bahwa sejumlah proyek akan mendapat sorotan publik?
Redaksi menegaskan, pertanyaan tersebut bukan tuduhan bahwa seluruh proyek Dinas Pertanian bermasalah. Diperlukan data dan klarifikasi resmi untuk menjawabnya.
PAPAN INFORMASI: KENAPA ADA, KEMUDIAN TIDAK TERLIHAT?
Salah satu hal yang paling mudah diverifikasi adalah keberadaan papan informasi.
Dokumentasi yang dimiliki redaksi memperlihatkan papan informasi proyek pernah berada di lokasi. Setelah pemberitaan, dokumentasi berikutnya menunjukkan papan tersebut tidak terlihat pada titik yang sama.
Karena itu, publik layak mendapatkan jawaban:
- Siapa yang memasang papan tersebut?
- Siapa yang melepasnya?
- Kapan dilepas? Apa alasannya? Dan apakah informasi proyek tetap tersedia bagi masyarakat?
DARI MATERIAL HINGGA PENGAWASAN
Dokumentasi lapangan juga menimbulkan pertanyaan mengenai material batu dan pasir yang digunakan.
Muncul dugaan bahwa sebagian material berasal dari sekitar lokasi. Dugaan ini belum dapat dinyatakan sebagai fakta dan perlu dibuktikan dengan dokumen pembelian, asal material, serta administrasi pengadaan.
Begitu pula dengan kualitas konstruksi. Penilaian akhir semestinya dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis berdasarkan spesifikasi pekerjaan.
PERTANYAAN PUBLIK SEMAKIN BESAR
Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang kini menunggu jawaban:
- Berapa nilai anggaran proyek tersebut?
- Siapa pelaksana pekerjaan?
- Siapa pengawas lapangan?
- Siapa yang bertanggung jawab atas pemeriksaan mutu?
- Apa dasar dan mekanisme MOU dengan pihak pusat?
- Mengapa papan informasi yang sebelumnya terpasang kemudian tidak terlihat?
- Apakah benar terdapat arahan agar media tidak memberitakan proyek Dinas Pertanian?
- Bagaimana memastikan seluruh pekerjaan sesuai RAB dan spesifikasi teknis?
REDaksi MEMBUKA RUANG KLARIFIKASI
WARTA GLOBAL menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan liputan investigasi berbasis dokumentasi dan informasi yang diterima redaksi.
Redaksi tidak menyatakan bahwa telah terjadi tindak pidana, korupsi, atau pelanggaran sebelum ada bukti dan pemeriksaan dari lembaga yang berwenang.
Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial, SP, M.Si, Bupati Seluma, pihak pemerintah pusat, pelaksana pekerjaan, pengawas, maupun pihak lain yang terkait dipersilakan memberikan hak jawab dan klarifikasi.
Sebab, pembangunan yang menggunakan anggaran publik bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga soal keterbukaan, kualitas, pengawasan, dan kepercayaan masyarakat.
WARTA GLOBAL – UPDATE BENGKULU
LIVE NEWS | LIPUTAN INVESTIGASI
Bersama Rakyat, Awasi Pembangunan, Tegakkan Kebenaran.
WARTA GLOBAL BENGKULU • WARTA GLOBAL TV • FB ASMAUL HUSNA AGUSTIAN
KALI DIBACA


%20copy.jpg)