Oknum LSM P2NAPAS dan Oknum Wartawan diduga mencoba memeras Kapus Perempuan di Kabupaten Seluma dengan dalih Publikasi - Warta Global Bengkulu

Mobile Menu

Klik

Pendaftaran Jurnalis

Klik

More News

logoblog

Oknum LSM P2NAPAS dan Oknum Wartawan diduga mencoba memeras Kapus Perempuan di Kabupaten Seluma dengan dalih Publikasi

Friday, 21 March 2025
Oknum Wartawan Kompas News dan Oknum LSM P2NAPAS


Bengkulu.wartaglobal.id Seluma,Kepala Puskesmas Perempuan sering kali menjadi sasaran empuk dugaan pemerasan para oknum wartawan dan oknum LSM. Sehingga tidak sedikit pula oknum wartawan dan oknum LSM pada gilirannya berurusan dengan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) di sejumlah daerah.

Bukti Anton Oknum  LSM P2NAPAS menyuruh kirim duit sebesar Rp 3juta dalih publikasi

Fenomena seperti ini juga tak terlepas dialami oleh sejumlah Kapus Perempuan di Kabupatan Seluma, Provinsi Bengkulu.Alasan mengkonfirmasi mengenai transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas. Halnya berkamuflase untuk mengkomfirmasi transaparansi pengelolaan Dana di Puskesmas Akan tetapi justru mengintimidasi yang berujung pada praktik-praktik pemerasan, hingga sampai jutaan rupiah.

Tanto oknum wartawan yang kerja sama dengan  oknum LSM P2NAPAS 

Seperti baru-baru ini, rupanya ada lagi oknum wartawan Kompas News dan oknum LSM P2NAPAS diduga kembali melakukan pemerasan terhadap sejumlah Kepala Puskesmas diseulma seperti halnya yang juga dialami oleh beberapa kapus di Kecamatan Talo dan Semidang Alas. Hal ini, sehingga mendapat kecaman keras dari Sekjen Perkumpulan Gabungan Media Onlaine-TV Provinsi Bengkulu.
Kepada media ini, Sabtu (22/03/2025), Perkumpulan Gabungan Media Onlaine-TV Provinsi Bengkulu yang lebih akrab disapa Bang Agus ini, mengaku terdapat sejumlah Kapus yang menelepon langsung dirinya, diantaranya ada juga dari Kecamatan Talo. Disebutkan bahwa terdapat lagi oknum LSM P2NAPAS yang justru secara terang-terangan memeras kepada Kapus Sukameridu sampai 5juta Via telp WhatsApp dengan cara mengintimidasi dalih publikasi ,akan menaikan berita dengan cara memutar balik pakta dirilisannya, padahal Oknum LSM bisa mengirim rilisan berita?

berita dari oknum kompas news yang kerja sama dengan oknum LSM P2NAPAS 

Walau saya di Dibengkulu, kata Bang Agus, tapi saya selalu ditelepon langsung oleh sejumlah Kapus Di Talo dan SA mengenai adanya oknum wartawan dan oknum LSM yang datang melakukan pemerasan datang dan via telepon WhatsApp. Tentunya Kapus yang menelpon saya tersebut merupakan mitra kita PGM-TV kita selama ini.


Namun saya sampaikan kepada Kapus  yang telah menjadi mitra PGM-TV kita tersebut agar jangan dilayani oknum wartawan dan oknum LSM semacam itu, kalau perlu vidiokan,viralkan dan laporkan saja kepada pihak APH. “Yah, kita tentu turut melindungi mitra-mitra PGM-TV kita dari oknum wartwan dan oknum LSM yang sangat tidak terpuji seperti ini,” tutur Bang Agus.


Lanjut ia menuturkan, saya juga selalu menyampaikan kepada setiap mitra PGM-TV kita, kalau ada oknum wartawan dan oknum LSM yang datang tapi tujuannya hanya untuk memeras, laporkan ke saya melalui telepon atau sampaikan kepada wartawan PGM-TV wilayah kerjanya masing-masing.


“Jika mereka masih juga datang, kalau perlu kasi bicara langsung dengan saya melalui telepon. Karena oknum wartawan dan oknum LSM semacam itu harus dilawan, jika perlu dilaporkan kepada pihak APH,” tukasnya.
bukti chat dengan oknum kaperwil Tanto kompas news 

Jadi itulah cara kita, kata Bang Agus lagi, dalam menjalin kemitraan PGM, khususnya kemitraan dengan para Kapus . Jelas kami akan memberikan fasilitas pendampingan PGM-TV agar mitra-mintra kita itu tidak senantiasa pula menjadi sasaran empuk pemerasan para oknum wartawan dan oknum LSM.
Kita sangat tidak ingin profesi wartawan yang begitu mulia sebagai penegak pilar keempat demokrasi, lanjut Bang Agus menyampaikan, sampai dicederai dengan praktik-praktik pemerasan.

Tuturnya lebih lanjut, begitupun halnya aktivis LSM selaku simbol penegak kedaulatan supremasi masyarakat sipil (civil society) dalam menjaga nilai-nilai kehidupan demokrasi. “Kan sudah namanya ironis, kalau aktivis LSM sehingga juga melakukan praktik-praktik pemerasan seperti itu,” tandas Bang Agus dengan nada heran.

“Jadi oknum wartawan dan oknum LSM yang menunjukkan perilaku yang sangat tidak terpuji seperti itu, maka itu sudah namanya preman bajingan dan sudah seharusnya dilawan melalui langkah penindakan hukum,” terang Agus

Bang Agus lalu meminta pada rekan-rekan wartawan dan LSM lainnya agar tidak berbuat aneh-aneh yah. Apalagi mengintimidasi, terlebih lagi melakukan pemerasan terhadap mitra-mitra PGM-TV kami di Seluma dan daerah lainnya.

“Jadi warning dari kami, apabila hal itu sampai terjadi, kami pun juga sangat tidak segan-segan mengambil sikap untuk mengadvokasi korban (mitra PGM-TV kami) pemerasan agar membawa kasus semacam ini kepada pihak APH,” ungkapnya.

Jadi berprofesilah sebagai wartawan menurut kode etik pers untuk menegakkan pilar demokrasi. Sambungnya, demikian halnya dengan teman-teman LSM lainnya berperanlah sebagai pemerhati dan kontrol kebijakan publik yang bersifat elegant, demi menjaga nilai-nilai kehidupan demokrasi.

Menurutnya, sudah ada identitas mengenai oknum wartawan dan oknum LSM yang diduga kuat kerap lakukan pemerasan kepada para Kapus tersebut. Namun jika mencoba-coba melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu pada mitra-mitra PGM-TV kami, maka jelas kami akan mengambil sikap menurut ketentuan litigasi.

Dikemukakannya lagi, kita belum mau mempublikasikan identitas oknum wartawan dan oknum LSM tersebut, sebab kita masih menunggu lagi kegiatan operasi praktik-praktik pemerasan yang akan mereka lakukan selanjutnya. “Kalau sasaran target berikutnya adalah ternyata adalah mitra-mitra PGM-TV kami, maka dengan sangat menyesal kita akan publikasikan, sekaligus kita akan sikapi lebih lanjut dengan tindakan hukum,” terang Bang Agus.

Intinya, kita harus kecam oknum wartawan dan oknum LSM yang sifatnya berperilaku tidak terpuji seperti itu. Dan tidak perlu segan-segan melawan mereka, demi menjaga marwah dunia jurnalis dan LSM sebagai bagian dari komponen masyarakat sipil yang senantiasa dituntut semangat independensinya untuk terdepan dalam menegakkan pilar demokrasi.

“Jika ada teman-teman wartawan dan LSM lain yang merasa tersinggung dengan statemen saya ini, berarti jangan-jangan itulah yang justru diduga kuat kerap melakukan praktik-praktik pemerasan kepada para Kapus selama ini di Seluma.”

Ia pun menambahkan, bahwa sebagai profesi wartawan dan pegiat LSM, mestinya turut mengawal dan mengawasi pengelolaan dana BOK dan JKN di Puskesmas serta pengelolaan Dana  agar penggunaannya tepat sasaran menurut prinsip-prinsip semangat transparansi anggaran.

“Jika justru melakukan tindakan pemerasan yang disertai cara-cara intimidasi terhadap Kapus sama saja itu namanya perampokan terhadap anggaran negara. Karena darimana Kapus kondisian dana pemerasan oknum wartawan dan oknum LSM sampai jutaan rupiah, kalau bukan dari dana BOK atau JKN ” kunci Sekjen Perkumpulan Gabungan Media Onlaine-TV YouTube Provinsi Bengkulu mengakhiri komentarnya.(Redaksi)

KALI DIBACA

No comments:

Post a Comment

Klik